Cara Mengolah Limbah Daun Bambu Menjadi Kompos Untuk Berkebun

Sebelum kita mulai membahas cara mengolah limbah daun bambu menjadi kompos kita mulai terlebih dahulu dari pemahaman pupuk, Pupuk adalah bahan yang organik atau anorganik dan jika ditambahkan ke tanaman dapat menambah nutrisi (dikutip dari: baca di sini). 

Sedangkan metode atau metode pemberian disebut pembuahan. Sekarang untuk pupuk dari daun bambu adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan dengan membusuknya bakteri.

Cara Mengolah Limbah Daun Bambu Menjadi Kompos

Tanaman (Bambusa sp) adalah tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, terutama di daerah saya sendiri yang biasanya terletak di tepi sawah atau sungai, penggunaan bambu itu sendiri masih minim. 

Salah satunya adalah daun bambu yang memiliki banyak manfaat selain sebagai obat, daun bambu yang jatuh berserakan dan mengering, ternyata dapat digunakan sebagai kompos , metode ini sangat mudah dan tidak memakan waktu lama, hanya 1 bulan. Yuk simak cara pengolahannya!

Langkah-langkah Mengolah Limbah Daun Bambu Menjadi Kompos

  1. Kumpulkan daun bambu (tidak perlu mencucinya, jika Anda ingin repot-repot mencuci tidak apa-apa juga hahahaha)
  2. Menyediakan EM4 kemudian mencampurnya dengan air yang cukup (membelinya di toko pertanian, Anda dapat membuatnya sendiri, memintanya juga silahkan)
  3. Semprotkan secara merata dengan EM4 kemudian aduk merata
  4. Masukkan ke dalam tong dan tutup (jika mungkin tidak logam, dan jangan ikut masuk ke dalamnya,)
  5. Aduk sekali sehari dan merata (jika Anda tidak punya waktu, mungkin 2 atau 3 hari, yang penting secara merata)
  6. Setelah 30 hari kemudian (ditambah 1 minggu lagi sehingga dapat maksimal) kompos dari daun bambu siap digunakan.

Bagaimana cara menggunakannya? dengan menaburkannya di atas permukaan tanah dan kemudian mencampurnya (gunakan cangkul sehingga rasanya enak, atau bajak langsung lebih baik, yang penting merata dan bercampur merata dengan tanah.

Manfaat lain dari Kompos Daun Bambu

Setelah mengetahui kandungan nutrisi dalam kompos daun bambu, kita dapat menyimpulkan bahwa daun bambu dapat membantu meningkatkan kesuburan media tanam.

Selain kesuburan media tanam, ternyata di kompos daun bambu ada jamur seperti trichoderma, jamur antagonis yang dapat membantu melawan berbagai jenis jamur patogen di media tanam.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan jamur trichoderma, Anda bisa memancing untuk mereka di daerah sekitar akar rumpun bambu.

Akar daun bambu juga merupakan media yang sangat efektif untuk berkembang biak PGPR Rizokbacteria, salah satu bakteri teman-teman petani, saya telah membahas lebih lanjut tentang bakteri PGPR dalam artikel berikut, Manfaat PGPR Rizokbateri

Ada juga berbagai jenis mikroba baik lainnya yang dapat membantu mempercepat proses memecah bahan organik.

Daun bambu juga baik digunakan sebagai alternatif mulsa plastik. Dibandingkan dengan menggunakan serbuk gergaji sebagai pengganti mulsa, daun bambu memiliki keunggulan lain, yaitu tidak membawa jamur patogen yang dapat membahayakan kesehatan tanaman.

Salah satu elemen penting yang terkandung dalam daun bambu adalah Silika (Si). Bagi Anda yang sering pergi ke toko-toko pertanian untuk membeli pupuk, Anda pasti sudah melihat pupuk silika yang dijual khusus.

Silika adalah salah satu nutrisi yang paling penting bagi tanaman, meskipun itu bukan nutrisi penting (nutrisi yang perannya tidak dapat diganti). Silika termasuk dalam kategori nutrisi fungsional, nutrisi yang hanya ditujukan untuk tanaman tertentu seperti beras dan tebu.

Oke, Sekian dulu pembahasan saya kali ini mengenai cara mengolah limbah daun bambu menjadi kompos. Semoga bermanfaat buat anda.

Selamat mencoba!

Komentar